Polemik Bedah Embung, Belum Ada Solusi
Jerowaru, 03 Februari 2026. Luapan air dari Bedah Embung yang menggenangi Dusun Sengkelok dan sekitarnya memunculkan perbedaan pandangan di tengah masyarakat terkait solusi penanganan yang paling tepat. Perbedaan pendapat ini dipicu oleh rencana pembuangan air ke laut yang memerlukan pembukaan atau pembedahan embung pada titik tertentu. Pemerintah Daerah mengambil alih penanganan dengan mempertimbangkan pembuatan saluran pembuangan air langsung ke laut sebagai salah satu opsi untuk mengurangi genangan. Namun, dalam prosesnya, muncul tiga pandangan utama dari masyarakat di wilayah terdampak, sehingga penanganan belum dapat dilaksanakan. Masyarakat Dusun Sengkelok pada prinsipnya berharap agar penanganan dilakukan dengan membedah bendungan Bedah Embung agar air yang menggenangi wilayah mereka dapat segera surut. Namun, realitas di lapangan menunjukkan bahwa langkah tersebut tidak semudah yang dibayangkan karena adanya penolakan dari dua kelompok masyarakat lainnya. Pemerintah sebelumnya mengkaji dua titik rencana pembukaan, yakni di kawasan Jurang Pai dan Ujung Mas/Kemalik. Saat rencana pembukaan akan dilakukan di Jurang Pai, ratusan warga Desa Seriwe menyatakan belum dapat menerima pembukaan di lokasi tersebut. Penolakan ini didasari kekhawatiran bahwa titik Jurang Pai berada di dataran yang relatif lebih tinggi, sehingga aliran pembuangan melalui orong atau jalur air laut dikhawatirkan dapat mengganggu ekosistem rumput laut yang menjadi sumber penghidupan masyarakat setempat. Sebagai alternatif, masyarakat Seriwe mengusulkan agar pembedahan dilakukan di Ujung Mas/Kemalik. Namun usulan tersebut mendapat penolakan dari masyarakat Oleng dan sekitarnya. Penolakan ini didasarkan pada pengalaman beberapa tahun lalu, di mana pembukaan Bedah Embung di titik tersebut menyebabkan jalan terbelah dan berdampak pada tergenangnya permukiman warga akibat air laut pasang. Selain itu, Ujung Mas/Kemalik diketahui merupakan titik terendah, sehingga dikhawatirkan berpotensi memperparah risiko genangan air laut ke kawasan permukiman. Menyikapi kondisi tersebut, Pemerintah Daerah, Pihak Kepolisian bersama perwakilan masyarakat dari Dusun Sengkelok, Desa Seriwe, dan wilayah Oleng telah melakukan musyawarah untuk mencari solusi terbaik yang dapat diterima semua pihak. Pemerintah menegaskan bahwa setiap opsi akan dikaji secara matang dengan mempertimbangkan aspek keselamatan warga, dampak lingkungan, serta pengalaman kejadian di masa lalu. Namun hingga saat ini, dari hasil musyawarah yang dilakukan, belum ditemukan solusi yang benar-benar disepakati bersama. Perbedaan pandangan antarwilayah masih menjadi pertimbangan utama, sehingga penanganan Bedah Embung masih dalam tahap pembahasan lanjutan. Pemerintah dan masyarakat sepakat untuk terus membuka ruang dialog dan mencari jalan tengah yang aman, adil, serta berkelanjutan, sembari mengedepankan kepentingan bersama dan menjaga kondusivitas antarwilayah di tengah situasi yang membutuhkan kebersamaan.